IDEA JOURNAL 6.0

Setelah memfiksasi project kreatif apa yang saya angkat pada Idea Journal sebelumnya, pada Idea Journal kali ini saya akan bercerita terkait kritik maupun saran yang saya dapatkan dari teman sekelas saya ketika melakukan diskusi pada pertemuan kelas sebelumnya.

Jika teman-teman pembaca mengikuti Idea Journal yang saya buat sejak awal,  teman-teman pasti tahu bahwa isu yang diangkat adalah mental health yang berfokus pada mental illness di lingkungan Pendidikan formal, khususnya kampus. Seperti yang pernah saya sebutkan sebelumnya, banyak dari mahasiswa yang sebenarnya mengalami mental issue yang berakibat dari banyak faktor. Sayangnya, mereka yang mengalaminya sering kali enggan untuk meminta pertolongan atau berusaha berkonsultasi dengan pihak yang master tentang hal ini. Maka dari itu, saya ingin mengupayakan agar pihak kampus turun tangan untuk membantu masalah yang menimpa mahasiswanya, yaitu melalui Mental Health Test yang diselenggarakan untuk para mahasiswa. Mahasiswa yang positif cenderung mengalami mental illness akan difasilitasi untuk menemui pihak yang ahli dibidangnya yakni psikolog/psikiater yang diharap dapat membantu mereka. Berbeda dengan fasilitas sebelumnya yang menyediakan konselor dengan pasif yang hanya akan menerima dan membantu mahasiswanya apabila mereka sudah datang untuk mencari bantuan, program ini bertujuan untuk mencari tahu kadar kesehatan mental setiap anak, menghubungi dan membantu mereka yang mengalami mental illness, juga berupaya untuk menurunkan angka penderitanya dikalangan mahasiswa. Nantinya, kampus juga akan bekerja sama dengan BEM kampus dalam menciptakan hypenya.

Dari diskusi bersama teman kemarin, terdapat tiga poin penting yang menjadi pembahasan, pertama, banyak orang merasa bahwa apa yang dialaminya merupakan sesuatu yang bersifat personal sehingga sulit untuk diungkapkan dan mereka takut untuk bercerita. Kedua, kapan waktu dilaksanakannya akan berpengaruh pada hasil tes setiap orang mengingat beda waktu akan dapat berbeda pula kondisi orang saat menjalani test yang diadakan. Ketiga, ditakutkan mahasiswa yang mengetahui bahwa dirinya positif mengalami mental illness malah menjadi downdan minder.

Berdasarkan beberapa pertimbangan yang mengarah pada kritik terhadap project yang saya usung, berikut merupakan beberapa ide kreatif yang muncul berupa tindakan preventif yang akan saya terapkan:

  1. Menjamin bahwa segala data yang para mahasiswa berikan baik dalam testmaupun konsultasi pribadi bersama psikolog/psikiater yang menjadi fasilitator aman dan dirahasiakan
  2. Test akan diadakan dalam periode tertentu (misal setiap tiga bulan sekali)
  3. Kampus akan mengusahakan adanya kampanye berisikan pesan bahwa it’s okay for having mental issue, it’s normal, and seeking for help is a good thing!

OIYAA untuk nama projectnya sejauh ini yaitu : Kampus Sigap Mental Sehat
tapi ada kemungkinan namanya direvisi kalo muncul ide nama yg lebih oke hehehhh

Sekian Ide Journal kali ini, gak mau terlalu banyak spoiler heheh spoilernya di proposal aja ya genk, salam semangat dam salam byebye corona HIHI BYE! ^^

Published by zahiraljufri

Family and college friends usually call me Cila, so please call me Cila! Yay! Hiiiiii I'm currently a college student with great interest in seeking out experiences that will allow me to learn from others! Oh, and I love singing!

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started